Get your FREE
sample now!
Nggak Perlu Malu Pentingnya Melawan Stigma Negatif Terhadap Menstruasi

Nggak Perlu Malu! Pentingnya Melawan Stigma Negatif Terhadap Menstruasi

Author 1 Last Updated 10/11/2023 2min

Kamu pernah nggak sih merasa jengah ngomongin menstruasi secara terbuka? Misalnya dengan mengganti kata menstruasi dengan istilah lain seperti “tamu bulanan” atau bahkan “bendera Jepang” dan “dapet”. Mungkin juga, kamu pernah malu saat menanyakan pembalut walaupun ke sesama teman perempuan. Hmm, kenapa ya kita masih malu membicarakanmenstruasi?

article-image

Photo by Samson Katt from Pexels

Menstruasi merupakan hal biologis yang wajar dialami perempuan. Saat perempuan menginjak masa remaja, tubuh kita menyiapkan sel telur yang bisa dibuahi oleh sperma laki-laki. Nah, saat ternyata nggak terjadi pembuahan, sel telur tersebut akan mati lalu dikeluarkan oleh tubuh saat masa menstruasi. Siklus haid terjadi secara alami setiap bulannya, sampai perempuan menginjak usia 45-50 tahun dan berhenti menstruasi.

Walaupun menstruasi merupakan hal yang alami, masih ada stigma negatif yang melekat. Beberapa menganggap darah haid merupakan darah kotor, terkontaminasi, dan menjijikan. Selain itu, faktor budaya, agama, hingga kemiskinan juga ikut memperparah pandangan buruk terhadap menstruasi. Hingga kini perempuan masih sering mendapatkan perlakuan diskriminatif saat sedang haid karena stigma negatif tersebut. Mulai dari diskriminasi fisik seperti dilarang melakukan kegiatan tertentu atau dianggap lemah. Hingga dijadikan lelucon yang menganggap perempuan terlalu baper saat mengalami siklus menstruasi.

Di beberapa negara seperti India dan Nepal, banyak perempuan yang mengalami diskriminasi saat sedang haid, seperti dikucilkan dari lingkungan atau bahkan dikurung di rumah pengungsian. Hal ini terjadi karena faktor budaya yang menganggap perempuan yang sedang menstruasi itu kotor dan nggak suci.

Sedangkan di Indonesia, data riset UNICEF mengungkapkan kalau 17% anak perempuan mengaku pernah diejek oleh murid lainnya di sekolah saat ketahuan mengalami menstruasi.

Padahal, ketika menstruasi dianggap memalukan, edukasi mengenai hal tersebut ikut terhambat dan merugikan perempuan lho.

Menurut riset dari Plan International Indonesia, lebih dari 60% orang tua di Indonesia nggak pernah memberikan penjelasan secara utuh mengenai menstruasi pada anak perempuan mereka. Hal ini tentunya jadi salah satu faktor yang ikut menambah stigma negatif terhadap menstruasi.

article-image

Photo by cottonbro from Pexels

Permasalahan edukasi mengenai menstruasi yang kurang merata ini juga bisa menimbulkan masalah lain, seperti minimnya akses kebersihan dan kesehatan yang memadai serta tingginya resiko terkena penyakit pada organ reproduksi. Mulai dari terkena infeksi, peradangan, hingga penyakit menular seksual. Duh, bahaya banget ya!

Hal ini tentu menjadi tantangan bagi sesama perempuan. Siklus haid merupakan sebuah proses yang normal, sehingga seharusnya bukan hal yang aneh untuk dibicarakan. Dengan lebih terbuka membahas mengenai menstruasi, perempuan bisa mendapatkan akses yang memadai untuk lebih memahami dan merawat tubuh mereka.

Mendobrak stigma negatif terhadap menstruasi tentunya harus dilakukan semua orang di berbagai lapisan masyarakat. Bisa dimulai dengan edukasi di rumah oleh orang tua, informasi yang lengkap oleh guru di sekolah, hingga diskusi terbuka di media sosial.

Dari fitur Instagram Question yang diadakan di @womenhealthypedia, hampir 80% menyatakan bahwa pembahasan tentang menstruasi di depan umum harus dinormalkan loh.

article-image article-image

Dari hasil jawaban-jawaban di atas, banyak yang berpendapat kalau obrolan menstruasi itu wajar karena memang hal yang alami terjadi pada perempuan. Selain itu, edukasi tentang menstruasi juga penting supaya nggak ada lagi kesalahpahaman tentang hal tersebut. Gimana menurut kamu? Yuk, ikutan diskusinya di akun Instagram @womenhealthypedia sekarang!

Author 1 Last Updated 10/11/2023 2min

Product Recommendation

Explore the wide variety of Softex products

Softex Comfort Night 36cm 12 pads

Softex Comfort Night, pembalut yang permukaannya selembut kapas dan sudah teruji dermatologi dengan 4.500 lubang penyerap, langsung kering dalam 1 detik untuk #NyamanBintangLima agar nyenyak semalaman.
Ukuran 36 cm.
Isi 12 wing pads.

Softex Natural Cool+ 29 cm 10 pads

Softex Natural Cool+, pembalut ekstra tipis dengan ekstrak daun mint dan daun sirih, memberikan sensasi yang #DinginnyaAlami, efektif untuk cegah lembab dan bau. Softex Natural Cool+ sudah teruji Hypoallergenic (aman untuk kulit sensitif) dan bersertifikasi HALAL.
- Ukuran 29 cm.
- Isi 10 wing pads.

Softex Daun Sirih Wing 23cm 20 pads

Pembalut dengan ekstrak alami daun sirih, mampu menghambat pertumbuhan bakteri dan mengurangi bau. Softex Daun Sirih sudah teruji Hypoallergenic (aman untuk kulit sensitif) dan juga bersertifikasi HALAL.
- Ukuran 23 cm.
- Isi 20 wing pads.
- Cocok untuk regular flow.

Softex Celana Menstruasi Daun Sirih All Size 2 pads

Inovasi TERBARU dan PERTAMA di Indonesia! Softex Celana Menstruasi memberikan perlindungan 360' untuk wanita yang sedang deras-derasnya di hari pertama menstruasi. Membuat tidur lebih nyaman, berolahraga dan Traveling tanpa harus khawatir tembus. No more zombie, Hello sleeping beauty!
- Mengandung Ekstrak Daun Sirih
- Isi 2 pcs.
- Ukuran celana no. 26 - 30